PRODUK
sportsbookcasino onlinebola tangkastogel online
CONTACT US
YM BBM wechat whatsapp SMSfb

UEFA

Berita dari UEFA
1 2 3 6

Berhasil Meraih La Decima, Madrid Merasa Lega

madridisi

Judi Online – Selama bertahun-tahun, Real Madrid begitu mengidam-idamkan bisa mengangkat trofi kesepuluh di Liga Champions. Ketika akhirnya bisa meraihnya, Madrid pun mengaku lega.

Dibutuhkan waktu 12 tahun untuk beranjak dari titel kesembilan menuju titel kesepuluh. Selama tahun-tahun itu, Madrid mengalami jatuh-bangun di kompetisi tertinggi sepakbola Eropa tersebut.

Berturut-turut, dari 2010/2011, 2011/2012, hingga 2012/2013, Madrid nyaris mencapai babak final. Ya, nyaris. Pada ketiga musim itu, mereka hanya sanggup mencapai semifinal dan oleh karenanya harus menunggu sedikit lebih lama untuk La Decima.

“Rasanya ada kebahagiaan tidak terhingga ketika bisa memenangi gelar kesepuluh ini.” ujar Angel Di Maria di situs resmi klub.

“Kami begitu menderita karena dalam tiga musim sebelumnya kami selalu tersingkir di semifinal. Memenangi gelar ini pun jadi terasa luar biasa.”

“Terima kasih kepada semua orang yang sudah mendukung kami,” kata Di Maria.

Madrid menjadi juara setelah menang 4-1 atas Atletico Madrid pada final yang berlangsung di Stadion Da Luz, Lisbon, Minggu (25/5/2014) dinihari WIB.

Pada pertandingan tersebut, Madrid sempat tertinggal 0-1. Ketika pertandingan akan berakhir dan sudah berada dalam injury time, barulah Madrid bisa menyamakan kedudukan lewat sundulan Sergio Ramos.

Selanjutnya, pada extra time, Madrid menambah tiga gol lagi lewat Gareth Bale, Marcelon, dan Cristiano Ronaldo.

Simeone Akui Kesalahan Pasang Costa Jadi Starter

costagettylarsbaron

Judi Online – Diego Costa dipaksakan bermain di final Liga Champions saat Atletico Madrid berduel melawan Real Madrid, meski kondisinya tengah cedera. Soal hal itu, Diego Simeone pun mengaku melakukan blunder.

Dikabarkan tengah berpacu dengan cedera hamstring menjelang laga melawan Madrid, Costa secara mengejutkan malah menjadi starter saat melakoni pertandingan di Estadio da Luz, Minggu (25/5/2014).

Tak bertahan lama di atas lapangan, Costa lantas ditarik keluar, digantikan oleh Adrian Lopez. Striker 25 tahun itu baru sembilan menit tampil di atas lapangan.

Tak banyak catatan yang diukir Costa saat berlaga di laga final melawan Madrid. Dia hanya melakukan enam kali sentuhan, yang salah satunya berbuah tendangan sudut untuk Los Colchoneros.

Soal keputusan untuk memainkan Costa itu, Simeone lantas mengakui dirinya memang melakukan sebuah blunder.

“Itu merupakan tanggung jawab saya, dan jelas saya membuat suatu kesalahan,” kata Simeone seperti dilansir oleh Sky Sports.

Satu pil pahit harus diterima Atletico dalam laga final kali ini. Sempat unggul 1-0 hingga masa injury time,Los Rojiblancos kalah dengan skor akhir 1-4 dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak tambahan waktu.

Atletico Siap Akhiri Kompetisi Dengan Titel Juara

tiagoafpqui

Judi Online – Atletico Madrid masih belum pernah mencicipi kekalahan diLiga Champions musim ini. Tinggal laga final, Los Colchoneros ingin mengakhiri kompetisi dengan titel juara.

Dalam 12 laga yang sudah dilakoni di Liga Champions, Atletico memetik kemenangan sebanyak sembilan kali. Tiga laga sisanya, berakhir dengan catatan seri.

Tak cuma itu, Atletico juga mencatatkan enam kaliclean sheet. Tak Cuma itu, tim besutan Diego Simeone itu juga kebobolan paling sedikit dengan catatan enam gol.

Atletico yang bakal berhadapan dengan Real Madrid dalam final yang akan berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Sabtu (24/5/2014), lantas juga mengungkapkan hasratnya untuk bisa mengakhiri kompetisi dengan trofi.

Hal itu seperti diucapkan oleh penggawa Atletico asal Portugal, Tiago.

“Kami mempunyai mimpi, dan kami ingin mimpi itu menjadi nyata. Sangat mudah untuk termotivasi, ini merupakan final Liga Champions,” kata Tiago diSky Sports.

“Saya pikir itu menjadi mimpi setiap pemain. Sangat mudah untuk bisa fokus, apa yang sudah kami lakukan di Liga Champions saat ini sangat spesial.”

“Kami belum terkalahkan dan kami ingin mengakhiri musim dengan memenangi kompetisi,” imbuhnya.

Iker Casillas Rayakan Ultahnya di Akhir Pekan

ikerdennisdoyleg

Judi Online – Menjelang final Liga Champions, Iker Casillas merayakan ulang tahunnya. Kiper Real Madrid itu tentu ingin ada kado ultah nan spesial menanti di akhir pekan.

Madrid akan berusaha mewujudkan harapan merangkai La Decima ketika berhadapan dengan Atletico Madrid dalam final Liga Champions, Sabtu (24/5/2014) mendatang.

Beberapa hari sebelum laga itu, tepatnya tanggal 20 Mei, Casillas genap berusia 33 tahun. Menariknya di tanggal itu pula Madrid meraih gelar juara Liga Champions nomor tujuh pada tahun 1998 lalu dengan kemenangan 1-0 atas Juventus.

Kehadiran Casillas di bawah mistar gawang Madrid di laga nanti akan menjadi momen istimewa mengingat ialah satu-satunya pemain tersisa dari skuat Madrid yang memenangi titel Liga Champions terakhir sebelum ini pada 15 Mei 2002.

Dalam laga 12 tahun lalu melawan Bayer Leverkusen itu, Casillas sebenarnya cuma menjadi pemain cadangan. Namun, ia berkesempatan turun di menit ke-68 setelah kiper pertama El Real, Cesar Sanchez, mengalami cedera. Nah, di sisa waktu tersebut Casillas mampu tampil luar biasa dalam mengamankan kemenangan 2-1 Madrid atas Leverkusen.

Kemenangan itu sebenarnya bukanlah keberhasilan pertama Casillas di Liga Champions. Ia juga menjadi bagian dari tim Madrid saat menjuarai Liga Champions 1999-00, saat menang 3-0 atas Valencia, di mana dalam laga itu Casillas tampil penuh.

Tahun demi tahun berlalu, para pemain di Santiago Bernabeu silih berganti. Tapi Casillas masih eksis. Itulah yang membuat dirinya menjadi satu-satunya pemain tersisa dari keberhasilan terakhir Madrid di Liga Champions. Di akhir pekan, ia pun berpeluang menambahkan koleksi titel Liga Champions miliknya.

Aletico sendiri bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi, khususnya pada musim ini. Musim ini Los Colchoneros sudah memenangi La Liga, di mana hal itu turut dicapai dengan keberhasilan mengalahkan Real Madrid setelah 14 tahun lamanya gagal menang atas rival sekotanya itu di liga. Di final Copa del Rey tahun lalu, Atletico bahkan mampu menyungkurkan Madrid.

Namun demikian, di laga-laga itu bukan Casillas yang mengawal gawang Madrid melainkan Diego Lopez. Dicatat Marca, Casillas malah sudah memenangi 26 dari 27 El derbi Madrileno yang dilakoninya. Di satu partai di mana ia kalah, kapten Madrid itu tampil jadi pemain pengganti saat Atletico sedang unggul 1-3 dan gawangnya pun akhirnya tak kebobolan. Untuk musim ini dengan Casillas di bawah mistar, Madrid berhasil menyingkirkan Atletico dengan agregat 5-0 di semifinal Copa del Rey.

Benfica Menatap Final Dengan Rasa Percaya Diri Tinggi

rodrigoafpi

Judi Online – Benfica punya sejumlah modal bagus jelang menghadapi Sevilla di babak final Liga Europa. Karena itu, Aguias pun akan melakoni laga final dengan kepercayaan diri tinggi.

Benfica lolos ke final Liga Europa dalam laju yang positif. Tim arahan Jorge Jesus itu melangkah ke partai final tanpa terkalahkan. Bertanding sejak babak 32 besar setelah terlempar dari Liga Champions, Benfica meraih enam kemenangan dari delapan laga yang dilewati hingga babak final.

Tak cuma bermodal laju oke, Benfica juga akan berlaga di final Liga Europa dengan dua gelar juara di kompetisi domestik. Oscar Cardozo dkk. sudah memastikan gelar Liga Portugal dan Piala Liga Portugal.

Serangkaian pencapaian itu membuat Benfica optimistis menatap laga final Liga Europa melawan Sevillla yang akan dimainkan di Juventus Stadium, Kamis (15/5/2014) dinihari WIB. Striker Benfica, Rodrigo, menyebut timnya tengah berada dalam kepercayaan diri yang tinggi.

“Kami senang ada di sini. Setiap pesepakbola akan senang memainkan pertandingan di level ini. Ada di sini setelah memenangi dua gelar membuat kami merasa lebih aman,” sahut Rodrigo di situs resmi UEFA.

“Kami ada di sini untuk menang, tentu, tapi besok adalah pertandingan yang berbeda. Kami tidak punya keuntungan apapun, hanya level kepercayaan diri yang tinggi,” lanjut striker berkebangsaan Spanyol itu.

“Kami terbiasa dengan pertandingan besar di kompetisi ini dan di Liga Champions. Kami punya pegalaman dan pengetahuan dari laga-laga itu dan itu harusnya bermanfaat untuk kami besok malam,” katanya

Ancelotti Targetkan Trofi Liga Champhions Ketiga di Madrid

carloancelottii

Bursa Taruhan Bola – Carlo Ancelotti sudah dapat dua trofi Liga Champions bersama AC Milan. Kini bersama Real Madrid yang berambisi raih La Decima, Ancelotti juga ingin melengkapi trofi ketiganya di kompetisi itu.

Bersama Milan, Ancelotti meraih banyak kesuksesan di level Eropa di mana pada tahun 2003 dan 2007, pria Italia itu membawa Rossoneri meraih ‘Si Kuping Besar’ dengan mengalahkan Juventus lewat adu penalti dan Liverpool dengan skor 2-1.

Satu final dilewatkan Ancelotti dengan kekalahan menyesakkan di tahun 2005, di mana sudah unggul 3-0 di babak pertama, mereka harus takluk dalam drama adu penalti usai Liverpool menyamakan skor jadi 3-3 dalam tempo enam menit di babak kedua.

Kekalahan yang boleh jadi masih teringat sampai saat ini di benak Ancelotti dan ia pun masih khawatir kejadian serupa bakal terulang. Ini terjadi saat Ancelotti memimpin Madrid melakoni leg kedua semifinal kontra Bayern Munich lalu.

Tapi kemenangan 4-0 akhirnya didapat Madrid dan mereka pun melaju ke final pertama sejak 2002. Hasrat besar Los Merengues untuk meraih trofi ke-10 Liga Champions pun kian mendekati kenyataan asal bisa mengalahkan Atletico Madrid di final.

Ancelotti pun berambisi untuk bisa memenuhi hasrat Madrid tersebut sekaligus menyamai rekor Bob Paisley sebagai pelatih dengan tiga trofi Liga Champions. Kebetulan saat ini Ancelotti menangani tim yang juga punya banyak trofi Liga Champions, seperti Milan dulu yang punya tujuh trofi.

“Saya tahu ada persaingan antara Milan dan Real sebagai pemiliki trofi terbanyak di kompetisi ini tapi saya bangga serta senang bisa melatih di kedua tim yang paling sering memenangi trofi Liga Champions,” ujar Ancelotti kepada Milan Channel seperti dikutip Football Italia.

“Pengalaman saya saat di Milan sangatlah berguna, dari semifinal melawan Inter lalu kekalahan dari Liverpool pada laga final di Istanbul. Saya mengingatkan para pemain saya akan situasi itu saat laga melawan Bayern Munich. Itu membuat kami sangat siap untuk laga seperti itu,” sambungnya.

Bale Tak Menyangka Bisa Masuk Final

gbaleisi

Bursa Taruhan Bola – Gareth Bale tak pernah membayangkan bisa langsung meraih titel juara pada musim debutnya di Real Madrid. Sudah begitu, dia kini berkesempatan untuk langsung mencicipi treble

Satu trofi sudah didapat Bale bersama Madrid, yakni trofi Copa del Rey. Dia masih punya peluang untuk menambahnya dengan trofi La Liga dan Liga Champions.

Untuk yang disebut terakhir, Bale baru saja membantuLos Blancos melaju ke final dengan menyingkirkan Bayern Munich. Pada laga di Allianz Arena, Rabu (30/4/2014) dinihari WIB, Madrid menang 4-0 dan Bale menyumbang sebuah assist.

“Ini perasaan yang sungguh luar biasa. Di awal musim sulit untuk membayangkan semua ini,” kata Bale seperti dikutipSky Sport.

Bale pun akan merasakan final Liga Champions pertamanya. Tak ingin kesempatan treble di musim pertamanya di Madrid lepas, gelandang asal Wales tersebut bertekad untuk fokus total.

“Kami hanya berusaha dan memenangi setiap kompetisi yang kami ikuti dan kami berada pada posisi yang oke sekarang,” ucap Bale.

 

Guardiola Mengaku Kecewa Dengan Permainan Buruk Bayern

bayernreuters

Judi Online – Bayern Munich tidak bermain sesuai harapan pelatihnya, Pep Guardiola, pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions melawan Real Madrid. Guardiola pun mengaku kecewa.

Bayern menjalani laga di Allianz Arena, Rabu (30/4/2014) dinihari WIB, dengan target membalikkan keadaan setelah mereka kalah 0-1 dari Madrid pada pertemuan pertama. Untuk lolos ke final, mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol.

Bayern pun langsung mengambil inisiatif serangan sejak kick-off. Die Roten bisa mengurung Madrid, tapi kesulitan menciptakan peluang.

Sebaliknya, Madrid tampil sangat efektif dalam memanfaatkan bola-bola mati dan serangan balik. Los Blancos mencetak empat gol ke gawang Bayern. Tiga gol berawal dari bola mati dan satu lainnya lewat serangan balik. Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo masing-masing menyumbangkan dua gol untuk tim tamu.

Berkat kemenangan 4-0 atas Bayern, Madrid pun berhak lolos ke final dengan skor agregat 5-0.

“Tentu saja kami kecewa dan sedih karena kalah. Kami kalah, kami jelas kalah, dan dengan skor besar,” ujar Guardiola di situs resmi UEFA.

“Apa yang kami lakukan ketika melawan Arsenal dan Manchester United tak terulang pada hari ini. Juga di leg pertama di Madrid kami punya kontrol lebih besar daripada hari ini dan paling tidak beberapa peluang. Hari ini cuma sedikit,” tambahnya.

“Kami bermain buruk ketika kami menguasai bola. Itu tanggung jawab saya. Saya membuat kesalahan. Leg pertama berjalan lebih baik. Tapi, selamat untuk Real Madrid,” kata Guardiola.

“Kalau Anda tidak bermain baik dan Anda bertahan dari bola mati dengan buruk, maka jadinya akan seperti itu. Kami ada di level tertinggi di Eropa. Kesalahan semacam itu akan langsung dihukum,” tuturnya.

Di Leg Kedua Bianconeri Diminta Lebih Konsentrasi

juve

Bursa Taruhan Bola – Juventus menelan kekalahan dari Benfica di leg I semifinal Liga Europa. Demi membalikkan keadaan dan lolos ke final, Bianconeri diminta tampil lebih baik dan menjaga konsentrasi di leg kedua nanti.

Bertandang ke Estadio Da Luz, Jumat (25/4/2014) dinihari WIB, Juve kalah 1-2. Gol dari Ezequiel Garay dan Lima hanya mampu dibalas oleh satu torehan Carlos Tevez.

Kendatipun kalah, peluang Juve lolos tetap besar karena punya bekal satu gol tandang. Apalagi leg kedua digelar di Juventus Stadium pekan depan, langkah mereka menuju partai puncak sedikit lebih ringan.

Meski demikian, Juve diingatkan agar berhati-hati dan tak kehilangan konsentrasi seperti malam tadi. Tampil kurang sip di babak pertama, tim besutan Antonio Conte sejatinya jauh lebih membaik di babak kedua sampai menyamakan kedudukan. Tapi di menit-menit akhir laga mereka kecolongan satu gol lagi dan kalah.

Catatan whoscored menunjukkan perbedaan signifikan dalam penampilan Juve antara babak pertama dan kedua. Di babak pertama mereka cuma mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran, sementara di babak kedua tercatat ada empat tendangan yang mengarah ke gawang.

“Benfica sangat cepat dan berbahaya dalam serangan balik, seperti yang kita lihat malam ini. Mereka masuk ke kotak penalti dengan sangat cepat,” kata Paul Pogba kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia.

“Kami perlu bermain dengan cara yang sama (pada leg II), yang kami lakukan di babak kedua tapi dengan lebih konsentrasi. Kami kebobolan dua gol karena kesalahan, tapi bermain baik secara keseluruhan. Kami adalah Juve, jadi kami harus berusaha lebih keras lagi,” tambah pemain berpaspor Prancis ini.

Sergio Ramos dan Mimpi Buruk Soal Bayern

 sergioramosgettyi

Judi Online – Pertandingan melawan Bayern Munich menyisakan memori tak enak untuk Sergio Ramos. Bek Real Madrid itu selalu dihinggapi ‘kesialan’ saat timnya berlaga melawan Bayern di Liga Champions.

Ramos pertama kali bermain melawan Bayern saat Madrid melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2006/2007. Dalam pertandingan di Allianz Arena yang dimainkan pada 7 Maret 2007 itu, Ramos turun sejak menit pertama.

Kala itu, Madrid datang ke Allianz Arena dengan membawa keunggulan 3-2 yang didapat di leg pertama. Madrid pun cuma butuh hasil imbang untuk melangkah ke perempatfinal.

Namun tim tamu sudah kebobolan saat pertandingan baru berjalan 20 detik setelah Roy Makaay menjebol gawang Iker Casillas. Lucio kemudian menggandakan keunggulan Bayern lewat golnya di babak kedua.

Tujuh menit terakhir pertandingan jadi drama untuk Madrid. Los Blancos yang kala itu ditangani Fabio Capello bisa memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Ruud van Nistelrooy dari titik putih.

Terus menggempur Bayern, Madrid akhirnya mencetak gol keduanya lewat sepakan voli Ramos. Tapi, gol bek internasional Spanyol itu dianulir wasit karena dia dianggap lebih dulu melakukan handball. Madrid pun tersingkir karena kalah dalam agresivitas gol tandang.

Lima tahun kemudian, Ramos punya peluang untuk membalas kegagalan itu. Madrid dan Bayern kembali bertemu, kali ini di babak semifinal Liga Champions musim 2011/2012.

Setelah kalah 1-2 di leg pertama yang dimainkan di Allianz Arena, Madrid bangkit di leg kedua dan langsung unggul 2-0. Tapi penalti Arjen Robbenmembuat laga berkesudahan 2-1 untuk Madrid dan memaksakan adu penalti.

Di babak adu tos-tosan, Ramos menjadi penendang keempat. Kala itu kedudukan 2-1 untuk keunggulan Bayern. Namun, Ramos gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang. 

Penalti Bastian Schweinsteiger kemudian memastikan tiket final untuk Bayern. Madrid pun tersingkir dan Ramos kembali dihinggapi mimpi buruk.

Pekan ini, Ramos punya kesempatan lagi untuk mengubur memori buruknya soal Bayern. Bisakah dia melakukannya? Jawabannya akan hadir dalam laga dua leg yang akan dimainkan pada 23 dan 29 April nanti.

1 2 3 6
promo asiatangkas