PRODUK
sportsbookcasino onlinebola tangkastogel online
CONTACT US
YM BBM wechat whatsapp SMSfb

Sepak Bola Dunia

Berita klub – klub dunia
1 2 3 5

Messi Belum Akan Dianggap Hebat Bila Belum Membawa Argentina Menjuarai Piala Dunia

pelemessi

Berita Bola Terkini - Betapapun hebatnya Lionel Messi di Barcelona, sebagian publik Argentina mungkin belum akan memujanya setinggi langit selama dia belum bisa membawa negaranya menjuarai Piala Dunia.

Paling tidak, demikian ukuran yang kerap dipakai untuk membanding-bandingkan Messi dengan Diego Maradona. Maradona, biarpun sosoknya di luar lapangan pun penuh kontroversi, tetap akan selamanya disayang Argentina karena pernah menyihir dunia saat memenangi Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Messi, yang telah meraih seabrek trofi bersama Barcelona, plus dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia sebanyak empat kali, memang sering dikritik permainannya saat memperkuat timnasnya. Dan hal itu dilihat pula oleh sang legenda, Pele.

“Kalau kita lihat dia main dengan Barcelona, dia Messi. Tapi kalau kita melihat dia bermain untuk timnas Argentina, dia Messi yang lain,” tutur Pele kepadaMarca.

Legenda Brasil berusia 73 tahun itu beralasan, karakter Barca dan timnas Argentina memang berbeda. Alhasil, itu mempengaruhi permainan Messi.

“Di Barcelona dia dikelilingi 2-3 pemain luar biasa seperti Xavi dan Andres Iniesta yang sangat membantu dia. Di Argentina berbeda karena lebih sulit untuk terhubung dengan rekan-rekan setimnya. Jadi ya, Messi-nya benar-benar berbeda,” papar Pele.

Pada kesempatan yang sama Pele juga memberi penilaian tentang seorang pemain generasi jauh di bawahnya, yang saat ini sedang menjalani kariernya juga di Barcelona: Neymar. Buat Pele, keputusan Neymar bergabung ke Los Cules sangatlah tepat dan menjadi persiapan sempurna untuk dia menghadpai Piala Dunia tahun ini.

“Ini Piala Dunia pertamanya dan tidak ada yang tahu persis apa yang akan terjadi. Ini sebuah tanggung jawab besar buat dia.

“Dia sangat bagus di Santos. Tapi keputusan terbaik dia adalah pergi dan bermain di Spanyol, di Eropa. Untuk Brasil, ibaratnya dia pergi kuliah selama 6 bulan. Dia akan mendapat pengalaman dan itu akan fantastis buatnya,” simpul Pele.

Brasil Antara Kekecewaan 1950 dan Harapan di Tahun 2014

pialaduniag

Judi Online - Menjadi negara tersukses di Piala Dunia, Brasil justru belum pernah jadi juara di negari sendiri. Piala Dunia 2014 tentu diharapkan bisa jadi momen buat melakukannya walaupun Brasil diminta lebih rendah hati dibandingkan kesempatan sebelumnya.

Dalam sejarah penyelenggaran Piala Dunia, Brasil sudah punya lima gelar juara (1958, 1962, 1970, 1994, 2002) yang mana sebuah jumlah terbanyak–Italia menjadi pengejar terdekat dengan empat gelar titel.

Namun demikian, Brasil belum pernah bisa merayakan manisnya gelar juara di negaranya sendiri. Pernah satu kali menjadi tuan rumah sebelum ini, tahun 1950, Tim Samba saat itu justru harus merasakan kekalahan pahit di partai final.

“Saat itu Brasil seperti sudah menjadi juara. Kami akan lebih berhati-hati kali ini dan menghormati lawan. Itu lebih baik ketimbang 1950,” kata salah satu pemain legendaris Brasil, Pele, dalam wawancara dengan Bloomberg News.

Menurut Pele, sejarah memperlihatkan bahwa turnamen itu sulit diprediksi. Salah satu contoh pahit lain untuk Brasil adalah tim 1982 yang diperkuat pemain seperti Zico dan Falcao dan digadang-gadang akan jadi juara, kendatipun akhirnya kandas di fase grup kedua oleh Italia yang akhirnya jadi juara.

“Anda harus menghormati Piala Dunia yang merupakan sebuah kotak penuh kejutan,” ujar Pele.

Bicara mengenai kenangan pertama saat menggelar Piala Dunia, Mario Zagallo–orang pertama yang menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih–masih ingat benar betapa ia dan rekan-rekan senegaranya tenggelam dalam kecewa meskipun awalnya sangat percaya diri bisa tampil jadi kampiun di 1950.

“Ada 200 ribu penonton di stadion dengan sapu tangan putih, yang pada akhirnya menjadi sapu tangan besar untuk menyeka air mata kami karena kami menangis deras sekali hari itu,” tutur Zagallo yang memenangi Piala Dunia 1958 dan 1962 sebagai pemain, dan melatih Brasil ke gelar juara tahun 1970.

Pada tahun 1950, Jules Rimet yang saat itu menjabat sebagai presiden FIFA konon sudah menyiapkan pidato dalam bahasa Portugis saking difavoritkannya Brasil. Tetapi pada akhirnya Rimet justru harus menyerahkan trofi juara kepada kapten Uruguay dengan seluruh penonton di Maracana terdiam membisu.

Tahun depan Brasil punya kesempatan kedua mengobati kekecewaan di tahun 1950, sekaligus menambah gelar juara, kendatipun Neymar cs niscaya tak boleh over pede sebagaimana telah diajarkan oleh pengalaman–dan kini juga diingatkan oleh Pele.

Beckenbauer Sebutkan Ribery Sangat Normal Jadi Peraih Ballon d’Or

riberyronaldogetty460

Judi Online - Dengan sukses besar yang didapat bersama Bayern Munich, Franck Ribery disebut oleh  Franz Beckenbauer adalah sangat normal jika iya yang menjadi peraih Ballon d’Or. Tapi dia juga menyebut kalau tak ada kondisi normal dalam ajang tersebut.

Ribery dianggap menjadi salah satu kandidat kuat peraih Ballon d’Or untuk tahun ini. Dasarnya adalah tiga gelar yang sudah dia raih bersama Bayern Munich di musim lalu, yakni Bundesliga, Piala Jerman dan tentu saja trofi Liga Champions.

Treble Winner sudah menjadi keunggulan besar bagi Ribery atas dua pesaing utamanya yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Meski tak dapat gelar, CR7 dianggap jadi pesaing utama karena produktivitasnya saat ini yang sangat tinggi. Sementara Messi tampil dengan sangat konsisten bersama Barcelona, terlepas dari cedera yang dia alami kini.

Terkait persaingan tiga nama tersebut, Beckenbauer menyebut dalam kondisi normal Ribery akan memenangi penghargaan tersebut. Tapi itu tak menjamin winger internasional Prancis itu akan benar-benar jadi pemenang.

“Normalnya, Robery yang akan menang, tapi tidak ada yang normal dalam pemilihan ini,” sahut Beckenbauer di Football Espana.

“Ronaldo memiliki segalanya, dengan seluruh ambisi memenangi Ballon d’Or ada pada karakternya. Meski Ribery adalah yang terbaik di sepanjang tahun, tidak akan mengejutkan jika pada akhirnya Ronaldo yang menang,” lanjut Beckenbauer.

Ronaldo Selalu Ada Untuk Portugal Ketika Dibutuhkan

ronaldoi

Judi Online - Sudah berulang kali gol-gol Cristiano Ronaldo memberi kemenangan untuk klub dan juga negaranya. Terakhir saat menghadapi Swedia, Ronaldo menunjukkan bahwa ia selalu ada ketika Portugal membutuhkan performa (hebatnya).

Ronaldo menjadi aktor di balik kelolosan Portugal ke putaran final Piala Dunia 2014 ketika ia menjadi bintang di dua leg playoff melawan Swedia. Di pertemuan pertama Jumat lalu, gol tunggal Ronaldo memberi Portugal jalan mulus usai menang 1-0.

Di pertemuan kedua yang dihelat di Friends Arena, kandang Swedia, Portugal butuh lagi aksi-aksi Ronaldo di atas lapangan untuk meloloskan mereka ke pentas sepakbola dunia.

Bermain tanpa gol hingga sebabak lebih, Ronaldo memecah kebuntuan di menit 50. Portugal kemudian di ambang kegagalan setelah tuan rumah berbalik unggul berkat dua gol Zlatan Ibrahimovic.

Tapi Ronaldo lalu mengubur dalam-dalam impian masyarakat Swedia malam itu ketika ia mencetak dua gol tambahan di menit 77 dan 79 untuk memberi kemenangan 3-2 (total agregat 4-2) kepada Selecao Das Quinas.

Setelah beberapa hari lalu mencatatan namanya di headline, Ronaldo kembali melakuka hal serupa dan bahkan lebih gemilang dengan membuat hat-trick. Ini adalah gol ke-47 Ronaldo dalam seragam Portugal dan membuatnya sejajar dengan Pedro Pauleta sebagai topskorer timnas.

“Aku tahu Portugal membutuhkan aku di laga-laga seperti ini dan aku menunjukkan bahwa aku ada,” sahut Ronaldo kepada Portuguese TV seperti dikutip Reuters.

“Aku hanya melakukan apa yang sudah kulakukan belakangan,” sambungnya.

“Kami sempat membiarkan Swedia sedikit berkembang usai menyamakan kedudukan. Inilah mengapa sepakbola adalah pertandingan yang sulit ditebak,” demikian dia.

Publik Prancis pun Tak Yakin Les Blues Bisa Lolos ke Brasil 2014

ukrainaprancisist460

Judi Online - Media-media di Prancis mengritik penampilan tim nasionalnya saat harus ditundukkan Ukraina dengan skor 0-2. Sementara dalam sebuah jajak pendapat yang digelar, mayoritas tak yakin Franck Ribery dkk bisa melangkah ke Brasil.

Prancis menelan kekalahan 0-2 saat melawat ke Ukraina pada leg pertama playoff Piala Dunia 2014. Skuat besutan Didier Deschamps dapat kritik besar dari media-media lokal atas kegagalan menang dalam pertandingan tersebut.

Terlepas dari hasil yang didapat, Prancis dianggap bermain sangat buruk. Dengan Ribery dapat penjagaan sangat ketat dari lawan, penggawa timnas Prancis yang lain dianggap tidak bisa memanfaatkan kondisi mereka yang bebas dari kawalan untuk berkontribusi lebih besar.

“Mimpi Buruk Les Bleus”, demikian tulis L’Equipe dalam terbitannya. Secara umum L’Equipe menyebut peluang untuk lolos masih ada, namun penampilan buruk Prancis di laga sebelumnya menipiskan harapan tersebut. 

“Tapi terkait apa yang kita lihat di Jumat malam, membalikkan keadaan menjadi sesuatu yang nyaris mustahil. Prancis sudah akan cukup bagus jika bermain imbang,” lanjut L’Equipe.

Kondisi serupa terlihat di Harian De Monde. Mengritik pemilihan skuat yang dilakukan Deschamps, harian yang sudah berdiri sejak 1944 itu menyebut kalau perjuangan Prancis akan sangat berat meski bermain di kandang sendiri.

“Tugasnya yang akan ditanggung di Stade de France sangat berat. Ukraina adalah tim yang sangat bagus di tandang, dan Prancis harus bisa membongkar pertahanan terbaik di Eropa untuk mendapatkan tiket ke Brasil. Jika tidak, mereka harus bersiap dengan dua setengah tahun pertandingan ujicoba sebagi satu-satunya menuju Euro 2016,” tulis Del Monde.

Harian terbesar kedua di Prancis, Le Parisien membuat jajak pendapat soal peluang Prancis lolos ke Brasil tahun depan. Hasilnya sangat mengejutkan karena dari 15.810 pemilih, sebanyak 89,7% di antaranya memilih jawaban tidak lolos terkait peluang Prancis ke Piala Dunia 2014.

Jerman Sukses Bekuk Swedia 5-3 Setelah Sempat Tertinggal Dua Gol Lebih Dulu

jermanjonathannackstrandafp

Judi Bola - Jerman dan Swedia memang sudah memastikan diri menempati posisi satu dan dua klasemen akhir Grup C kualifikasi Piala Dunia 2014 zona UEFA. Namun, tetap saja, duel antara kedua tim di matchday terakhir berjalan cukup sengit dengan Jerman akhirnya berhasil menang 5-3 setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Di Friends Arena, Rabu (16/10/2013) dinihari WIB, Swedia meraih keunggulan lebih dulu ketika laga memasuki menit ke-6. Umpan dari Sebastian Larsson berhasil dimanfaatkan oleh Tobias Hysen walaupun Manuel Neuer sudah berusaha menghadang.

Keunggulan Swedia bertambah saat memasuki menit ke-42 lewat gol Alexander Kacaniklic yang meneruskan umpan dari Kim Kallstrom. Namun, dua menit berselang, Jerman berhasil menipiskan ketinggalan.

Sodoran bola dari Max Kruse tidak meluncur mulus, kendatipun Mesut Oezil mampu menguasai bola dan kemudian sukses menjebolnya ke gawang Swedia.

Di menit ke-53, Jerman sekali lagi bikin gol, kali ini dicetak oleh Mario Goetze yang baru masuk di babak kedua. Oezil kini berperan sebagai pengumpan dengan operan jitunya ke arah Goetze.

Jerman berbalik unggul ketika laga memasuki menit ke-57. Berawal dari kesalahan lini belakang Swedia, Andre Schuerrle mampu menguasai bola dan kemudian mengirimnya ke gawang Swedia.

Schuerrle juga berhasil mencetak gol keduanya dalam pertandingan di menit ke-66. Kembali memanfaatkan buruknya pertahanan Swedia, bola bisa dikuasai Goetze dengan baik dan kemudian ia mengoper ke arah Schuerrle yang dengan tenang menyelesaikan.

Swedia sempat berusaha mengejar melalui gol Tobias Hysen di menit ke-69 yang membuat tim tuan rumah mengubah skor menjadi 3-4. Namun, gol ketiga Schuerrle usai menuntaskan operan Toni Kroos di menit ke-76 menutup skor di laga ini.

Hasil tersebut tak mengubah posisi Jerman sebagai pemuncak klasemen Grup C dengan 28 poin, maupun posisi Swedia di tempat kedua dengan 20 poin–Jerman lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2014, Swedia mendapat jatah playoff.

FIFA Akan Pastikan Gunakan Teknologi Garis Gawang Ini di Piala Dunia Antar Klub dan Piala Dunia

goalline

Taruhan Bola – Merasa sangat puas dengan teknologi garis gawang yang saat ini dipakai di Piala Konfederasi 2013, FIFA memastikan akan melanjutkan kerjasama dengan perusahaan penyedia sistem tersebut. Sistem itu kini akan digunakan di Piala Dunia Antarklub lalu di Piala Dunia 2014.

Setelah dinilai sukses di Piala Konfederasi lalu, FIFA mengonfirmasi bahwa perusahaan Goal Control GmbH akan menjadi penyedia resmi teknologi garis gawang pada Piala Dunia 2014. Sebelum gelaran pesta sepakbola dunia tersebut, teknologi dari Goal Control juga akan digunakan di Piala Dunia Antarklub di Maroko pada tanggal 11-21 Desember mendatang.

Perusahaan asal Jerman itu sebenarnya telah memenangkan tender teknologi garis gawang pada bulan April silam. Namun, kelanjutan kerjasama dengan FIFA baru bisa dipastikan usai FIFA mengevaluasi performanya.

Keputusan FIFA ini diambil setelah melakukan pengetesan terhadap performa teknologi “Goal Control-4D” di Piala Konfederasi, di mana sistem tersebut telah berhasil membaca total 68 gol yang sudah tercipta dengan benar, walaupun tak ada insiden gol yang benar-benar kontroversial.

Catatan ini juga diperkuat dengan pengakuan para ofisial pertandingan yang mengaku merasa sangat puas dengan kinerja teknologi tersebut.

“Menyusul implementasi sukses dari teknologi garis gawang (GLT) dalam Piala Konfederasi 2013 di Brasil, FIFA dapat mengonfirmasi bahwa GoalControl GmbH akan menjadi penyedia GLT untuk Piala Dunia 2014 di Brasil,” jelas FIFA di situsnya.

Goal Control menggunakan sistem 14 kamera berkecepatan tinggi yang dipasang di sekitar lapangan. Kamera ini akan terus menerus merekam sepanjang pertandingan, mengantisipasi terjadinya gol. Sistem tersebut juga akan memberikan tanda secara otomatis ketika gol sudah tercipta lewat getaran dan tanda visual di jam tangan ofisial, hanya dalam waktu satu detik.

Bale Dapat Penghargaan Pemain Terbaik Wales 2013

balewales2013

Judi Bola - Gareth Bale kembali sukses mendapatkan penghargaan berkat penampilan impresifnya pada musim lalu. Untuk ketiga kalinya, Bale dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wales. 

Bale musim lalu sukses mencuri perhatian karena bermain sangat baik membela Tottenham Hotspur. Sumbangan gol yang dia ciptakan sebanyak 26 gol di semua kompetisi. 

Berkat performanya itu, Bale sebelumnya telah menggondol beberapa penghargaan yaitu penghargaan Pemain Terbaik dan Pemain Muda Terbaik versi PFA serta Pemain Terbaik versi para jurnalis.

Kini, dia jugas mendapatkan penghargaan lainnya. Penyerang berusia 24 tahun itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wales 2013. Ini adalah penghargaan ketiga yang ia dapat setelah pada tahun 2010 dan 2011 juga menyabet penghargaan yang serupa.

Dengan demikian, Bale kini sudah disamaratakan dengan John Hartson dan Mark Hughes, dimana mereka juga sudah tiga kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wales.

Selain itu, Bale juga menjadi Pemain Terbaik Wales pilihan para fans.

“Gareth adalah pemain hebat dan saya pikir dia masih akan membaik karena usianya,” ujar manajer Wales, Chris Coleman, di Wales Online.

“Dia akan makin membaik dengan bermain di bawah manajer seperti Carlo Ancelotti dan bermain untuk Real Madrid bersama pemain-pemain seperti (Cristiano) Ronaldo,” imbuhnya.

“Dia serius soal Wales. Dia adalah bocah Cardiff dan patriotik dan apa yang dia lakukan untuk sepakbola Wales adalah meningkatkan ketertarikan akan sepakbola untuk negara kami,” kata Coleman.

Sejak pindah ke Madrid, Bale belum mampu mengulang penampilan bagusnya musim lalu. Dia lebih banyak berkutat dengan cedera pada awal musim ini.

Madrid Yakin Duet Ronaldo & Bale Bakal Padu

robaafpmarcou

Judi Bola - Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, duet ini diyakini bakal menjadi duet yang benar-benar serasi di lini depan penyerangan Real Madrid nantinya. Keyakinan itu diungkapkan langsung oleh mantan penyerang El Real Ronaldo.

Di bursa transfer musim panas ini, Madrid melakukan pembelian pemain dengan biaya yang besar dengan merekrut Gareth Bale dari Tottenham Hotspur dengan harga yang diperkirakan mencapai 100 juta euro. Harga yang cukup tinggi menurut pendapat Judi Bola.

Berbagai macam tanggapan lantas bermunculan dari mana-mana atas kedatangan Bale ke Madrid itu. Mulai dari persoalan harga yang menurut segelintir orang dinilai terlalu tinggi, sampai reaksi kemarahan Ronaldo atas kepergian Mesut Oezil yang diyakini sebagai ‘tumbal’ dari kedatangan pemain sayap 24 tahun itu.

Strategi yang dimiliki Carlo Ancelotti adalah untuk mengakomodir Ronaldo-Bale agar bermain bersama dalam satu tim kemudian hal tersebut juga menjadi satu hal yang ditunggu menjelang lanjutan Liga Spanyol, pada saat Madrid melawat ke kandang Villarreal, Sabtu (14/9/2013) akhir pekan ini.

Mantan pemain timnas Brasil, Ronaldo juga memberikan pendapatnya. Mengenai duetnya dengan Gareth Bale nanti.

“Saya berpikir bahwa kedua pemain ini bakal bekerja sangat baik di Madrid, mereka bakal meraih kemenangan bersama-sama dan para suporter akan menikmatinya,” kata Ronaldo seperti dilansir Football Espana.

“Mereka akan melakukan hal-hal bagus bersama-sama, mereka bakal berhubungan baik satu sama lain, tentu saja yang terbaik akan selalu saling mengerti satu sama lain. Dan di Madrid, akan banyak kenikmatan yang mereka tawarkan,” tambahnya.

Massimiliano Allegri Mengidamkan Melatih Timnas Italia

massimiliano-allegri

Judi Bola – Meski mengakui bahagia tapi bukan berarti Massimiliano Allegri akan selamanya melatih AC Milan. Allegri mengungkapkan hasratnya bahwa dia ingin sekali bisa melatih timnas Italia di masa depan.

Pelatih berusia 46 tahun ini memiliki karier yang cemerlang dan semakin meningkat. Setelah dua tahun sukses membesut tim Cagliari, Allegri lantas ditunjuk untuk melatih Milan semenjak tiga tahun lalu.

Di musim debutnya melatih Rossoneri, Allegri berhasil mempersembahkan Scudetto dan dua musim berikutnya selalu finis di tiga besar. Kini dia disebutkan akan menjadi salah satu calon pengganti Cesare Prandelli yang kabarnya Cesare akan mundur setelah Piala Dunia 2014 menurut informasi dari Judi Bola.

Allegri selalu memiliki impian untuk melatih timnas Italia. Akan tetapi, cita-cita itu tidak ada dalam pikirannya di dalam waktu dekat ini.

“Saya sudah bilang beberapa kali bahwa impian dari setiap pelatih adalah melatih tim nasional di negara Anda sendiri, dan itu juga yang saya impikan,” kata Allegri kepada Sky Sport Italia.

“Sekarang saya ada di Milan dan saya sangat bahagia menjadi pelatih di sini. Di samping itu, sekarang masih ada seorang pria yang hebat melatih timnas Italia.”

“Tapi itu adalah peran yang saya dambakan, tidak perlu sekarang, mungkin 10 tahun lagi, tapi memimpikan pekerjaan itu adalah hal yang normal,” kata Allegri.

Allegri juga memberikan komentar atas ‘kepulangan’ Kaka ke San Siro setelah meninggalkan Real Madrid. Mantan pemain terbaik dunia itu memang dibutuhkan skuatnya setelah kehilangan Kevin-Prince Boateng.

“Saya senang. Semua orang menginginkan Kaka dan Adriano Galliani (wakil presiden klub) menuntaskan sebuah langkah hebat di bursa transfer,” komentar Allegri.

“Kami kehilangan seorang pemain dengan peran seperti dia setelah menjual Kevin Prince Boateng. Kaka akan meningkatkan kualitas di skuat kami dengan pengalaman dan teknik yang dimiliki dia.” Tegasnya lagi.

1 2 3 5